Mega Putra Ratya – detikNews Foto: Mega Putra Ratya/detikcom Bandung, – Presiden Joko Widodo mengungkapkan rasa bangganya terhadap PT Dirgantara Indonesia. Jokowi ingin industri pesawat terbang di Indonesia semakin berkembang. “Ini memperlihatkan keunggulan sebuah negara. Kita harus tahu kemana PT DI dibawa. Kalau bisa fokus, fokusnya ada di mana,” kata Jokowi saat berkunjung ke PT DI di Jl Pajajaran, Bandung, Senin (12/1/2015). Setelah berkeliling, Jokowi menyebut PT DI bisa memproduksi pesawat yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. “Pesawat yang dibutuhkan pesawat angkut 60 orang. Kita harus fokus. Jangan gonta ganti acara,” sambungnya. Karena itu Jokowi mendorong agar PT DI membuat rencana bisnis jangka panjang agar produksi pesawat bisa bermanfaat di dalam negeri. Dia menegaskan pemerintah berkomitmen mendukung industri pesawat buatan PT DI. Jokowi menyebut pemerintah saat ini mengkalkulasi alokasi khusus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sejumlah sektor seperti perbankan dan inftastruktur. “Semua harus ada kalulasinya. Kita mau suntik Rp 43 triliun untuk BUMN kita tetapi untuk BUMN-BUMN yang hitungan kalkulasinya belum visible ya manajemennya harus diperbaikinya, tahun depan kita baru injeksi. PT DI ada peluang, tetap harus ada sisi marketingnya. Tidak hanya berhubungan untung dan rugi, ini masalah kebanggaan,” tegas Jokowi. Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di “Reportase Malam” pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV (fdn/fjr)

dward Febriyatri Kusuma – detikNews
Poeji (Edward/ detikcom)

Jakarta – Impian Poeji Jumawati (44) mengarungi biduk rumah tangga bersama Aiptu Sutrisno hingga maut memisahkan sepertinya tinggal harapan kosong belaka. Bukan kedamaian dan ketenangan yang didapatkan Poeji dari sang suami, melainkan kekerasan fisik dan mental.

Poeji menceritakan sudah melaporkan penderitaan yang dialaminya ke Mabes Polri dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan nomor : STPL/84/IV/2014/YANDUAN, tertanggal 7 April 2014. Namun alih-alih mengusutnya, Mabes Polri melemparkan kasus Poeji ini ke Polda Metro lalu ke Polres Jakarta Timur.

“Saya sendiri cuma ingin meluruskan saja sudah hampir tiga bulan sejak laporan diterima tapi laporannya belum diproses,” ujar Poeji usai mempertanyakan status ini ke Propam polres Jakarta Timur, Senin (12/1/2015).

Poeji mengatakan pernikahannya dengan anggota Polsek Pulogadung itu sudah berjalan 10 tahun. Selama setahun terakhir, Poeji mengaku tidak diberi nafkah lahir maupun batin.

“Setiap ketemu dia selalu bilang akan ceraikan saya, bahkan saya sampai mengalami keguguran tiga kali akibat kekerasan dia. Waktu itu kejadian terakhir saya sudah laporkan ke atasannya dan ditahan selama 21 hari di Propam tahun 2013,” tuturnya.

Sementara Kasubag Humas Polres Jakarta Timur, Kompol Sri Bhayangkari membenarkan adanya laporan tersebut. Sejauh ini anggota polri tersebut sudah disidik Propam polres.

“Sudah diperiksa oleh Propam Polres hasilnya masih menunggu waktu sidang disipliner. Sejauh ini berkas terkait kasus sudah lengkap,” tutupnya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di “Reportase Malam” pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(edo/gah)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s